Jumat, 08 Juni 2012



                                               KEINDAHAN DAERAH OBI KEPULAUAN 
                                               
                                                         PROVINSI MALUKU UTARA






Suara-suara Pemekaran




Tuntutan pemekaran wilayah sejumlah daerah di Maluku Utara terus bergulir, namun prosesnya di  buka lagi berdasarkan usulan tapi ditentukan kelayakannya oleh pemerintah pusat. Lalu, bagaimana dengan perjuangan pemekaran Obi, Gane Raya dan Taliabu?

SETELAH pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara resmi menjadi kabupaten sendiri, terpisah dari kabupaten induk Halmahera Utara, daerah-daerah lain seperti Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan dan Pulau Taliabu Kabupaten Kepulauan Sula menuntut berpisah dari kabupaten induk mereka untuk menjadi kabupaten sendiri.
Dan terakhir muncul tuntutan pembentukan kabupaten baru yakni kabupaten Gane Raya yang mencakup Gane Barat-Gane Timur, wilayah kabupaten Halmahera Selatan dan kabupaten Subaim di Halmahera Timur. Tuntutan pemekaran sejumlah wilayah di provinsi Maluku Utara untuk menjadi kabupaten sendiri memiliki alasan yang sama. Pembagian gue pembangunan tidak merata.
Meski tiga daerah yang menunut pemekaran kabupaten itu masih melakukan perjuangan secara diam-diam, namun tuntutan pemekaran Gane Raya justeru makin gencar dilakukan. Pada 14 November 2008 atau setahun lalu, warga dua kecamatan itu telah mendeklarasi pembentukan calon kabupaten diujung pulau Halmahera tersebut di Saketa.
Deklarasi ini menutut Hasan Idris, Ketua Deklarator sebagai awal dimulainya perjuangan masyarakat Gane Barat-Gane Timur untuk selanjutnya disampaikan ke DPRD Kabupaten Halmahera Selatan di Labuha Bacan dan DPRD Provinsi Maluku Utara di Ternate serta Komisi II DPR-RI di Jakarta.
Bagi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Maluku Utara ini, tuntutan pemekaran Gane Barat-Gane Timur agak berbeda dengan tuntutan pemekaran beberapa daerah lain di Maluku Utara. Tuntutan ini bukan untuk pembentukan kabupaten baru, melainkan pemindahan kabupaten Halmahera Selatan dari pulau Bacan ke daratan Halmahera.
Artinya kata Hasan, dengan pindahnya kabupaten Halmahera Selatan ke daratan Halmahera, maka Pulau Bacan diperjuangkan menjadi Kotamadya. “Jadi perjuangan ini sekaligus tuntutan pembentukan Kota Labuha sebagai ibukota Kotamadya Bacan Kepulauan,” tutur Hasan.
Pemindahan kabupaten Halmahera Selatan ke daratan Halmahera justeru memiliki keunggulan tersendiri. Selain didukung dengan potensi sumberdaya alam, baik laut maupun hasil tambang dan hutan, sumberdaya manusia sangat mendukung. Secara administrative, Gane Barat-Gane Timur kini memiliki tujuh kecamatan dengan jumlah penduduk 60 ribu lebih. Ini kata Hasan, sangat layak dibandingkan kabupaten Halmahera Tengah yang jumlah penduduknya dibawah 60 ribu.
Tak hanya deklarasi, kajian akademik telah dipersiapkan sejak awal guna mendukung perjuangan tuntutan pemekaran kabupaten Halmahera Selatan. Bahkan sejumlah petinggi Halmahera Selatan asal Gane Barat-Gane Timur di Jakarta ikut mensupport perjuangan ini. Disamping masyarakat Gane Barat-Gane Timur telah menyiapkan lahan tanpa ganti rugi untuk persiapan pembangunan infrastruktur pemerintahan jika tuntutan terealisasi.
Pemekaran juga disuarakan masyarakat Pulau Obi. Warga disana ingin pulau yang terkenal dengan hasil perikanan dan pertambangan ini cerai dengan Halmahera Selatan dan menjadi daerah otonom. Tuntutan menjadi kabupaten sendiri selain untuk memperpendek rentang kendali pelayanan, juga mempercepat akselerasi pembangunan di wilayah itu. “Ini murni keinginan rakyat, tak ada tendensi politik atau kepentingan kelompok tertentu.
Pulau Obi yang kini masuk wilayah hukum dan administrasi Kabupaten Halmahera Selatan, dirasakan masyarakat daerah itu kurang mendapat perhatian serta pelayanan pemerintahan maupun pembangunan disebabkan, wilayah Kabupaten Halmahera Selatan yang cukup luas dengan 30 kecamatan.
Tapi Salhi Ode Padjali, salah satu tokoh muda Obi menganggap Pemda Kabupaten Halmahera Selatan setengah hati merespon tuntutan masyarakat Kepulauan Obi. Buktinya, pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2009 lalu tak mengakomodir dana pemekaran.
Sebab itu, Salhi mengajak masyarakat terus melakukan pressur untuk mendapat dukungan politik DPRD dan Pemerintah Daerah setempat dalam bentuk rekomendasi administrasi maupun teknis. Salhi memaparkan, dari segi potensi sumber daya alam (SDA) Kepulauan Obi memiliki SDA yang cukup. Jika menjadi kabupaten sendiri, daerah itu mampu membiayainya diri sendiri. Ini katanya dibuktikan dengan APBD Kabupaten Halmahera Selatan yang kurang lebih Rp. 47 milyar, 60 persen berasal dari Kepulauan Obi. “Itu baru sebagian kecil potensi yang dimanfaatkan, masih banyak sumber daya alam yang belum dieksploitasi,” tuturnya.
Persoalannya, pemekaran saat ini tidak lagi berdasarkan aspirasi dan usulan darah tetapi ditetapkan oleh pemerintah pusat sesuai dengan kelayakan akademis daerah yang akan dimekarkan. Dengan begitu, tidak ada lagi kepentingan politik yang ikut bermain disana. Bagaimana nasib tuntutan pemakaran sejumlah daerah di Maluku Utara? Kita tunggu saja.
 SEMOGA APA YANG KITA HARAPKAN BERSAMA DEMI DAERAH KITA TERCINTA (OBI ISLAND) DAPAT TERCAPAI DAN MAJU DALAM KEMANDIRIAN DAN KESEJAHTERAAN YANG KITA IMPIKAN . AMIENN,,, 

WASSALLAM



      LETAK GEOGRAFIS PROVINSI MALUKU UTARA






Secara geografis Provinsi Maluku Utara 
terletak di antara 3° Lintang Utara – 3° Lintang Selatan dan124° – 129° Bujur Timur dengan batas-batas wilayah : Samudera Pasifik di sebelah Utara, Laut Seram di sebelah Selatan, Laut Halmahera di sebelah Timur, Laut Maluku di sebelah Barat. Provinsi Maluku Utara mempunyai luas wilayah 145.818,1 km², terdiri dari 45.087,66 km² (30,92 %) wilayah daratan dan 100.731,44 km² (69,08 %) wilayah perairan.
Provinsi Maluku Utara terbagi menjadi 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan serta Kabupaten Kepulauan Sula dan 2 wilayah kota, yaitu Kota Ternate dan Kota Tidore Kepulauan, dengan 95 wilayah kecamatan, 690 desa dan 84 kelurahan
Provinsi Maluku Utara dipengaruhi oleh iklim laut tropis dan iklim musim. Oleh karenanya sangat dipengaruhi oleh lautan dan bervariasi antara tiap wilayah yaitu iklim Halmahera Utara, Halmahera Tengah/Barat, Bacan dan Kepulauan Sula, dengan curah hujan rata-rata 2000-3000 mm.
Topografi Provinsi Maluku Utara sebagian besar bergunung dan berbukit yang terdiri dari pulau-pulau vulkanis dan pulau karang, sedangkan sebagian lainnya merupakan daratan. Pulau Halmahera mempunyai banyak pegunungan yang rapat dengan daratan yang luas. Pulau-pulau relatif sedang (Obi, Morotai, Taliabu dan Bacan) umumnya memiliki daratan yang luas diselingi pegunungan yang bervariasi. Luas seluruh kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara adalah 2.861.475 ha. Hasil hutan yang paling mendominasi adalah kayu hutan dan hasil produksi kayu.
Sektor pertanian tanaman pangan dan holtikultura mempunyai keunggulan pada beberapa komoditas seperti padi, palawija, ubi-ubian, holtikultura, pisang, kacang tanah dan kacang hijau. Komoditas ini menawarkan peluang dan investasi di Provinsi Maluku Utara yang mempunyai prospek menarik pada pasar dalam maupun luar negeri.
Komoditas unggulan dan andalan sub sektor perkebunan di Provinsi Maluku Utara antara lain : kelapa, kakao, pala, cengkeh, kopi, jambu mete. Daerah pengembangan adalah Pulau Halmahera, Pulau Sula, Pulau Obi, Pulau Morotai dengan komoditas prospektif yang dapat dikembangkan adalah kelapa, kakao, jambu mete dan vanilli. Selain itu masih ada peluang investasi untuk kelapa sawit di Halmahera Utara dan coklat di Halmahera Selatan.
Peluang pengembangan usaha peternakan juga masih terbuka lebar seperti kambing, sapi, ayam buras, dan itik dengan padang pengembalaan yang cukup luas dan tersebar di Pulau Halmahera, Pulau Bacan dan Kepulauan Sula dan Bacan. Kondisi geografis Provinsi Maluku Utara sangat memungkinkan untuk pengembangan investasi perikanan. Provinsi ini memiliki potensi sebesar 478.382,50 ton/tahun yang terdiri dari ikan pelagis besar sebesar 215.065,50 ton/tahun. Potensi lestari yang masih dapat dimanfaatkan sebesar 239.191,25 ton/tahun. Potensi komoditas unggulan dan kelautan adalah cakalang/tuna, ikan kerapu, mutiara, cumi-cumi, rumput laut dan sebagainya. Sedangkan potensi komoditas andalan antara lain ikan selar, ikan layang, kan teri, ikan demersal dan teripang. Peluang investasi lain adalah usaha pengalengan ikan di Pulau Halmahera, budidaya mutiara di Pulau Bacan, penangkapan ikan, dan pembesaran kerapu di Pulau Kayoa dan Kepulauan Sula.
Pertambangan Maluku Utara sangat kaya akan potensi sumber daya mineral dan energi. Sumber daya mineral berupa bahan galian seperti nikel (Ni) dengan potensi yang diketahui sekitar 220 juta ton, dan tersebar di beberapa lokasi yaitu Tanjung Buli, Tanjung Gee, Pulau Bakal, Pulau Gebe, Pulau Obi serta Teluk Weda. Potensi sumber daya mineral lainnya seperti tembaga, perak, emas, mangan dan sebagainya. Selain itu potensi bahan galian non logam seperti batu gamping dan kalsit.
Provinsi Maluku utara dengan berbagai pesona yang menarik baik budaya maupun alamnya. Semuanya memberikan nuansa kesejukan dan keindahan yang menarik bagi wisatawan dengan berbagai objek wisatanya. Dari segi budaya banyak atraksi-atraksi budaya yang menarik perhatian wisatawan mancanegara, diantaranya Cakalele, Tarian Soya-soya, Tarian Gala dan sebagainya. Selain itu ada objek wisata alam seperti Pantai Ake Sahu, Taman Laut, Pulau Gura Ici, Danau Duma dan Makele, Batu Lubang, serta berbagai objek wisata sejarah lainnya.Provinsi Maluku Utara memiliki flora dan fauna yang beraneka ragam dan beberapa diantaranya tidak terdapat di bagian lain wilayah Indonesia. Beberapa fauna yang merupakan endemik Maluku Utara seperti Kakatua Putih dan gagak Halmahera, disamping burung yang termasuk langka di dunia yaitu burung bidadari.
Angkutan laut merupakan sarana perhubungan yang sangat penting di Provinsi Maluku Utara. Hal ini disebabkan karena sebagian besar wilayah ini merupakan kepulauan dengan lautan yang luas. Prasarana pelabuhan laut di wilayah ini terdiri dari pelabuhan samudera dan pelabuhan muat barang.Sarana pelabuhan laut yang melayani kepulauan Maluku Utara terdiri dari kapal PELNI, kapal nusantara, angkutan penyebarangan dan pelayaran rakyat. Disamping kapal barang/peti kemas yang beroperasi Surabaya-Bitung-Ternate PP.


 

Musuh yang paling berbahaya di atas dunia ini adalah penakut dan bimbang. Teman yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh. ~,,,,,,,dan  Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi. ,,,,,,,   

WASSALLAM,,,